Kami bertumbuh
bersama.
Rima dan saya memulai perjalanan ini berdua. Reiko membuat kami belajar menjadi orang tua; kemudian Rafael hadir dan keluarga kami menjadi berempat.
Kami memulai dari berdua.
Saya dan Rima belajar membagi waktu, membuat keputusan bersama, dan menyiapkan ruang bagi keluarga yang kemudian bertumbuh.
Perjalanan ini bukan tentang seberapa jauh kami pergi, melainkan tentang siapa yang terus berjalan di samping kami.
Bab pertama sebagai orang tua.
Kehadiran Reiko Damanik mengubah pusat perhatian kami. Banyak hal kami pelajari untuk pertama kali: merawat, menunggu, menyesuaikan langkah, dan melihat hari-hari biasa dari sudut yang baru.
Satu tempat yang sama kemudian menyimpan dua masa, ketika kami bertiga dan ketika keluarga ini telah bertambah.
Tempat berganti, musim berganti, dan anak-anak tumbuh. Yang ingin saya jaga tetap sama: kami terus berjalan bersama.
Ritme keluarga berubah lagi.
Ketika Rafael Damanik hadir, Reiko menjadi kakak dan kami kembali belajar. Waktu serta perhatian harus dibagi lebih cermat; rumah menjadi lebih ramai, dan keluarga kami menemukan bentuknya yang baru.
Saya pun terus belajar menjadi ayah yang hadir, bukan hanya pada perjalanan besar, tetapi terutama dalam hari-hari biasa.
Sekarang, kami berempat.
Anak-anak terus bertumbuh, masing-masing dengan caranya. Rumah, perayaan kecil, perjalanan, dan perjumpaan lintas generasi menjadi penanda bahwa waktu tidak pernah berhenti.
Saya ingin tetap hadir di dalamnya, dalam percakapan, keseharian, dan waktu yang kami bagi.
Gym, lari, dan waktu bersama.
Saya memiliki hobi olahraga, terutama gym dan lari. Keduanya biasa saya lakukan bersama Rima dan anak-anak.
Kisah keluarga kami juga ada dalam kebiasaan seperti ini, bukan hanya dalam foto perjalanan atau perayaan. Berolahraga menjadi salah satu kegiatan yang kami lakukan bersama di tengah keseharian.
Waktu bergerak. Keluarga ini ikut berubah. Saya ingin tetap hadir di dalamnya.
Kembali ke Beranda